PRUmultiple Crisis Cover 

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) memperkenalkan PRU multiple crisis cover yakni produk asuransi tambahan yang memberikan sampai tiga kali klaim penyakit kritis.

Produk ini bisa diperoleh bersama produk dasar unit-linked dengan premi reguler, baik konvensional maupun syariah. PRU multiple crisis cover didesain berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Belum lama ini Prudential mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan nasabah maupun masyarakat umum. Dari hasil FGD itu terungkap kekhawatiran dan kebutuhan mereka akan perlindungan yang lebih baik terhadap risiko terkena penyakit kritis pada usia produktif, serta terhadap kemungkinan menderita beberapa jenis penyakit kritis selama rentang masa hidup.

“Kenyataan bahwa penyakit kritis sangat mahal untuk disembuhkan, membebani fisik dan mental sang penderita, serta meningkatnya kemungkinan menderita penyakit kritis baru atau kambuhnya penyakit lama jelas menunjukkan kebutuhan akan produk asuransi tambahan ini,” tutur Presdir Prudential Indonesia Kevin Holmgren dalam jumpa pers di Jakarta.

Riset Organisasi Kesehaatan Dunia (WHO) menunjukkan lima penyakit kritis tertinggi yang dialami pria dan wanita berbeda. Lima penyakit kritis tertinggi untuk pria adalah kanker, serangan jantung, gagal ginjal, transplantasi organ utama, dan stoker/tumor otak jika.

Lima penyakit kritis tertinggi untuk wanita yakni kanker, SLE (lupus), stroke, tumor otak jinak, dan transplantasi organ utama. Studi di Singapura mengungkapkan kanker payudara merupakan penyakit paling mematikan untuk wanita. Studi lainnya dari Journal of National Cancer Institute menyatakan bahwa wanita yang pernah menderita kanker payudara memiliki kemungkinan tinggi untuk terkena kembali. 7% Kemungkinan terkena kembali yang terkena kanker stadium 1, 11% kemungkinan untuk stadium 2, dan 13% kemungkinan untuk stadium 3. (tw)

Sejarah Asuransi Syariah

Sejarah terbentuknya asuransi syariah dimulai sejak tahun 1979 ketika sebuah perusahaan asuransi di Sudan, yaitu Sudanese Islamic Insurance pertama kali memperkenalkan asuransi syariah. Kemudian pada tahun yang sama sebuah perusahaan asuransi jiwa di Uni Emirat Arab juga memperkenalkan asuransi syariah di wilayah Arab.
Setelah itu pada tahun 1981 sebuah perusahaan asuransi jiwa di Swiss bernama Dar Al-Maal Al-Islami memperkenalkan asuransi  syariah di Jenewa. Diiringi oleh penerbitan asuransi syariah kedua di Eropa yang di perkenalkan oleh Islamic Takafol Company (ITC) di Luksemburg pada tahun 1983, dan diikuti pada beberapa negara yang lain.
Hingga saat ini asuransi syariah semakin dikenal luas dan dinikmati oleh masyarakat dan negara-negara baik muslim maupun non-muslim.

Pengertian Asuransi Syariah

Pengertian Asuransi Syariah berdasarkan Dewan Syarah Nasioanl (DSN) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) adalah sebuah usaha saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk aset dan /atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariah.
Asuransi syariah adalah sebuah sistem dimana para peserta mendonasikan sebagian atau seluruh kontribusi/ premi yang mereka bayar untuk digunakan membayar klaim atas musibah yang dialami oleh sebagian peserta.
Proses hubungan peserta dan perusahaan dalam mekanisme pertanggungan padaasuransi syariah adalah sharing of risk atau “saling menanggung resiko”. Apabila terjadi musibah, maka semua peserta asuransi syariah saling menanggung. Dengan demikian, tidak terjadi transfer resiko ( transfer of risk atau “memindahkan resiko” ) dari peserta ke perusahaan seperti pada asuransi konvensional.
Peranan perusahaan asuransi pada asuransi syariah terbatas hanya sebagai pemegang amanah dalam mengelola dan menginvestasikan dana dari kontribusi peserta.
Jadi pada asuransi syariah, perusahaan hanya bertindak sebagai pengelola operasional saja, bukan sebagai penanggung seperti pada asuransi konvensional.

Tabarru’

Definisi tabarru’ adalah sumbangan atau derma ( dalam definisi Isalam adalah Hibah). Sumbangan atau derma (Hibah) atau dana kebajikan ini diberikan dan diikhlaskan oleh peserta asuransi syariah jika sewaktu-waktu akan dipergunakan untuk membayar klaim atau manfaat asuransi lainnya.
Dengan adanya dana tabarru’ dari para peserta asuransi syariah ini maka semua dana untuk menanggung resiko dihimpun oleh para pesrta sendiri. Dengan demikian kontrak polis pada asuransi syariah menempatkan peserta sebagai pihak yang menanggung resiko, bukan perusahaan asuransi, seperti pada asuransi konvensional.
Oleh karena dana-dana yang terhimpun dan digunakan dari dan oleh peserta tersebut harus dikelola secara baik dari segi administratif maupun investasinya, untuk itu peserta membarikan kuasa kepada perusahaan asuransi untuk bertindak sebagai operator yang bertugas mengelola dana-dana tersebut secara baik.
Jadi jelas disini bahwa posisi perusahaan asuransi syariah hanyalah sebagai pengelola atau operator saja dan BUKAN sebagai pemilik dana. Sebagai pengelola atau operator, fungsi perusahaan asuransi hanya MENGELOLA dana peserta saja, dan pengelola tidak boleh menggunakan dana-dana tersebut jika tidak ada kuasa dari peserta.
Dengan demikian maka unsur ketidakjelasan (Gharar) dan untung-untungan (Maysir) pun akan hilang karena :
1.     Posisi peserta sebagai pemilik dana menjadi lebih dominan dibandingkan dengan posisi perusahaan yang hanya sebagai pengelola dana peserta saja.
2.     Peserta akan memperoleh pembagian keuntungan dari dana tabarru’ yang terkumpul.
Hal ini tentunya sangan berbeda dengan asuransi konvensional (non syariah) dimana pemegang polis tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah premi yang berhasil dikumpulkan oleh perusahaan, apakah jumlahnya lebih besar atau lebih kecil dari pada pembayaran klaim yang diakukan, karena di sini perusahaan, sebagai penanggung, bebas menggunakan dan menginvestasikan dananya kemana saja.

Apa Yang Dimaksud 34 Penyakit Kritis ?   

            
Penyakit-penyakit Kritis
Kita selalu berharap bisa menjalankan kehidupan kita tanpa adanya gangguan kesehatan. Namun, kondisi kesehatan merupakan salah satu hal dalam kehidupan yang tidak dapat diduga sebelumnya. Karena kami menginginkan kesejahteraan keluarga Anda tidak terganggu oleh kewajiban penyelesaian biaya perawatan dan pengobatan, maka melalui PRUcrisis cover dan PRUcrisis cover plus, PT Prudential Life Assurance memberikan Anda perlindungan atas 34 Penyakit Kritis yaitu:
Serangan jantung: kematian suatu bagian otot jantung (myocardium) sebagai akibat dari tertutupnya/tersumbatnya arteri koronaria.
Pembedahan arteri koronaria: pembedahan jantung untuk memperbaiki suatu penyumbatan atau penyempitan dari satu atau lebih arteri koronaria dengan cara bypass grafts.
Stroke: kecelakaan pembuluh darah otak (cerebrovascular accident) yang mengakibatkan cacat pada syaraf (kelainan syaraf) yang berlangsung lebih dari 24 jam dan termasuk kematian jaringan otak (infraction), pendarahan (hemorrage) atau penyumbatan (embolism) yang berasal dari sumber di luar tengkorak (extra cranial) dan harus terdapat bukti adanya defisit neurologist yang menetap.
Kanker: tumor ganas yang ditandai dengan suatu pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan penyebaran sel-sel ganas ke jaringan tubuh yang lain. Hal ini mencakup leukemia dan penyakit hodgkins (kanker getah bening) yang pertumbuhannya tidak dapat dikontrol secara medis.
Gagal ginjal: gagal ginjal tahap akhir yang menyebabkan tertanggung harus menjalani secara teratur dialisis
peritoneal atau cuci darah (haemodilisis) atau transplantasi ginjal.
Transplantasi organ penting: tertanggung adalah penerima organ yang berupa jantung, paru-paru, hati, pankreasp dan tulang sumsum yang operasinya telah dilaksanakan, atau tertanggung telah terdaftar secara resmi pada daftar tunggu sebagai penerima di wilayah hukum Indonesia.
Operasi katup jantung: pembedahan jantung terbuka yang dilakukan untuk memperbaiki atau mengganti fungsi katup jantung yang abnormal.
Kehilangan kemampuan bicara: kehilangan pkemampuan bicara secara total dan permanen.
Luka bakar: luka bakar derajat ketiga (third degree) dan sekurang-kurangnya mengenai 20% luas permukaan tubuh.
Koma: keadaan tidak sadar tanpa reaksi terhadap rangsangan dari luar atau dalam dan menghasilkan kelainan-kelainan syaraf (neurological defisit).
Operasi pembuluh darah aorta: pembedahan yang dilakukan untuk memperbaiki kelainan pada cabang utama pembuluh darah aorta di daerah dada (thoracalis) dan di daerah perut (abdominalis).
Penyakit Parkinson: tergolong ke dalam Idiophatic Parkinson yaitu penyakit yang tidak diketahui penyebabnya sehingga memerlukan pengawasan khusus dan bantuan untuk beraktifitas sehari-hari. Diagnosa atas penyakit ini dibuat oleh dokter ahli penyakit syaraf (neurologist). Apabila diperlukan, perusahaan akan menunjuk seorang atau lebih dokter ahli penyakit syaraf lain untuk menegakkan diagnosa.
Ketulian: kehilangan pendengaran dari kedua telinga yang sifatnya total dan tidak dapat disembuhkan.
Penyakit Alzheimer’s: kelumpuhan secara menyeluruh dari fungsi otak yang mengakibatkan kemunduran mental sehingga memerlukan pengawasan secara terus menerus. Diagnosa harus dibuat seorang dokter ahli Penyakit Syaraf (neurologist). Ababila diperlukan, perusahaan berhak untuk menunjuk dokter ahli Penyakit Syaraf lain untuk memperkuat diagnosa.

Tumor jinak otak: tumor otak yang tidak menunjukkan keganasan, tidak menyerang dan menjalar ke bagian tubuh lain.
Penyakit paru kronik: tahap akhir dari penyakit paru yang memerlukan pengobatan dengan pemakaian oksigen untuk selamanya.
Motor neuron disease: adanya kemunduran pada sistem syaraf pusat untuk mengkontrol aktifitas muscular sehingga kemampuan pergerakan otot-otot menjadi lemah dan menurun. Diagnosa pasti dibuat oleh seorang dokter ahli penyakit syaraf (neurologist) untuk mengkonfirmasikan adanya penyakit ini. Apabila diperlukan perusahaan berhak untuk menunjuk dokter ahli penyakit syaraf lain untuk lebih menegakkan diagnosa.
Multiple sclerosis: terdapatnya lebih dari satu episode kelainan susunan syaraf yang bersifat menetap selama 6 bulan. Diagnosa harus dibuat oleh seorang dokter ahli penyakit syaraf (neurologist) untuk mengkonfirmasikan adanya penyakit ini yang dibuktikan dengan hasil image scanning.
Angioplasti dan penatalaksanaan invasif lainnya untuk Penyakit Jantung Koroner: klaim dapat diajukan apabila Tertanggung telah melaksanakan Angioplasti balon, tindakan laser atau teknik lainnya sebagai tindakan koreksi yang bermakna terhadap stenosis (penyempitan) setidaknya 70% dari dua pembuluh darah jantung atau lebih yang merupakan keharusan medik oleh dokter konsultan ahli jantung.
Anemia Aplastik: anemia, netropenia dan trombositopenia (penurunan jumlah sel netrofil dan trombosit dalam darah) yang disebabkan kegagalan sumsum tulang belakang yang tidak dapat dipulihkan. Diagnosis harus ditegakkan berdasarkan biopsi sumsum tulang belakang dan hasil tes darah.
Meningitis Bakterial: yaitu suatu peradangan selaput pembungkus otak atau saraf tulang belakang yang disebabkan oleh bakteri dan mengakibatkan gangguan neurologik (persyarafan) permanen yang menimbulkan ketidakmampuan total dari Tertanggung untuk melakukan 3 (tiga) dari 6 (enam) kriteria Aktivitas Kehidupan Sehari-hari*), dengan atau tanpa bantuan, secara terus menerus selama minimal 6 (enam) bulan.
Kolitis Ulseratif: didefinisikan sebagai Kolitis Ulseratif yang parah dan akut yang mengancam jiwa, menyebabkan gangguan elektrolit yang biasanya disertai dengan distensi usus dan resiko pecahnya usus, terjadi sepanjang usus besar dengan diare berdarah yang parah/berat. Klaim hanya dapat diajukan berdasarkan gambaran histopatologik (irisan jaringan yang diperiksa secara mikroskopik) dan sudah dilakukan tindakan pembedahan usus besar (colectomy) dan atau operasi usus halus (ileostomy).
Disabling Primary Pulmonary Hypertension: merupakan kelainan di mana terjadi peningkatan tekanan pulmonal akibat gangguan struktur, fungsi atau sirkulasi paru-paru yang mengakibatkan pembesaran bilik jantung kanan.
Ensefalitis: yaitu peradangan pada otak (hemisfer otak besar, batang otak atau otak kecil). Penyakit ini harus mengakibatkan komplikasi bermakna yang berlangsung setidaknya 6 minggu, termasuk defisit neurologik (gangguan persyarafan) permanen. Defisit neurologik permanen tersebut harus mengakibatkan ketidakmampuan total dari Tertanggung untuk melakukan 3 (tiga) dari 6 (enam) kriteria Aktivitas Kehidupan Sehari-hari*), dengan atau tanpa bantuan, secara terus menerus selama minimal 6 (enam) bulan.
Hepatitis Viral Fulminan: pengerasan hati yang submasif sampai masif oleh virus hepatitis yang mengakibatkan kegagalan hati.
Penyakit Hati Kronik: kegagalan hati tahap akhir dengan tanda kulit yang berwarna kuning (jaundice) yang menurut pendapat kedokteran secara umum tidak dapat kembali normal, dan berakibat penimbunan cairan di rongga perut (asites) atau kelainan otak (ensefalopati).
Penyakit Crohn: (Crohn’s disease) merupakan kelainan peradangan menahun yang berbentuk granulomatosa. Klaim dapat diajukan apabila memenuhi kedua kriteria di bawah ini sekaligus :
    • penyakit Crohn yang diderita sudah menimbulkan pembentukan fistula (hubungan antara saluran cerna dengan rongga perut), atau penyumbatan intestinal (saluran cerna), atau perforasi (pembentukan lubang) intestinal
    • terdapat laporan histopatologik (irisan jaringan yang diperiksa secara mikroskopik) yang mengkonfirmasikan adanya penyakit Crohn.
HIV Yang Didapatkan Melalui Transfusi Darah: tertanggung terinfeksi oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) dengan kondisi sebagai berikut :
    • infeksi HIV didapatkan melalui transfusi darah yang dilakukan setelah Polis berlaku
    • sumber infeksi dipastikan berasal dari lembaga yang menyelenggarakan transfusi darah dan lembaga tersebut dapat melacak asal dari darah yang terinfeksi HIV tersebut, dan
    • tertanggung yang terinfeksi HIV bukan merupakan penderita hemofilia.
Trauma Kepala Serius: kecelakaan yang menyebabkan luka pada kepala yang ditimbulkan oleh suatu kekuatan fisik yang berasal dari luar tubuh yang mengakibatkan defisit neurologik (gangguan persyarafan) yang menimbulkan ketidakmampuan total dari Tertanggung untuk melakukan 3 (tiga) dari 6 (enam) kriteria Aktivitas Kehidupan Sehari-hari*), dengan atau tanpa bantuan, secara terus menerus selama minimal 6 (enam) bulan.
Distrofi Muskular: termasuk kelompok myopati (kelainan otot) degeneratif (kemunduran) yang disebabkan oleh kelainan genetik dan ditandai dengan kelemahan dan atrofi (pengerutan) otot tanpa mempengaruhi sistem saraf. Klaim hanya dapat diajukan apabila Muscular Dystrophy yang diderita menyebabkan ketidakmampuan total dari Tertanggung untuk melakukan 3 (tiga) dari 6 (enam) kriteria Aktivitas Kehidupan Sehari-hari*), dengan atau tanpa bantuan, secara terus menerus selama minimal 6 (enam) bulan.
Kelainan Pembuluh Darah Koroner Yang Serius: penyempitan yang terjadi pada setidaknya satu pembuluh darah koroner (pembuluh darah jantung) sebesar minimal 75 % dan pada dua pembuluh darah koroner lainnya sebesar minimal 60 % yang dibuktikan melalui arteriografi koroner. Untuk kepentingan Polis ini, yang didefiniskan sebagai pembuluh darah jantung hanya pembuluh darah besar sisi kiri jantung, pembuluh darah jantung anterior descending kiri, sirkumfleksi dan pembuluh darah besar sisi kanan jantung.
Kelumpuhan (paralysis): diartikan sebagai hilangnya secara total dan permanen (menetap) fungsi dua atau lebih anggota tubuh sebagai akibat terkena kecelakaan, atau kelainan dari tulang belakang. Anggota tubuh didefinisikan sebagai seluruh lengan atau seluruh kaki.
 Poliomyelitis: klaim dapat diajukan apabila memenuhi seluruh kriteria di bawah ini :
    • terdapat diagnosis pasti atas adanya infeksi virus polio yang menyebabkan timbulnya kelumpuhan yang dibuktikan dengan gangguan fungsi motorik atau berkurangnya fungsi pernafasan
    • Kondisi yang diderita harus mengakibatkan ketidakmampuan total dari Tertanggung untuk melakukan 3 (tiga) dari 6 (enam) kriteria Aktivitas Kehidupan Sehari-hari*), dengan atau tanpa bantuan, secara terus menerus selama minimal 6 (enam) bulan.
Lupus Eritematosus Sistemik (SLE = Systemic Lupus Erythematosus): kondisi autoimun (kekebalan terhadap tubuh sendiri) multisistem (yang mengenai banyak sistem dalam tubuh) dan multifaktorial (melibatkan banyak faktor) yang sebagian besar diderita wanita dalam periode wanita tersebut membesarkan anak. Untuk kepentingan Polis, klaim dapat diajukan jika jenis SLE melibatkan ginjal (yang dipastikan dengan biopsi ginjal dan sesuai dengan klasifikasi WHO). Diagnosis akhir SLE harus didapatkan dari seorang dokter ahli di bidang rematologi dan imunologi.
*): Yang dimaksud dengan Aktivitas Kehidupan Sehari-hari adalah ke-6 (enam) hal di bawah ini:
  1. Mandi: diartikan sebagai kemampuan membersihkan diri pada waktu mandi dengan atau tanpa menggunakan shower (pancuran) atau membersihkan diri dengan baik menggunakan cara-cara lainnya;
  2. Berpakaian: diartikan sebagai kemampuan sendiri untuk mengenakan, melepas, mengepas dan melonggarkan pakaian, tanpa bantuan orang lain, termasuk juga mengenakan braces (penopang / penyangga tubuh), kaki / tangan palsu atau alat bantu lainnya;
  3. Beralih tempat: diartikan sebagai kemampuan sendiri untuk memindahkan tubuh dari tempat tidur ke kursi dengan sandaran yang tegak atau ke kursi roda dan sebaliknya;
  4. Berpindah: diartikan sebagai kemampuan sendiri untuk berpindah di dalam ruangan dari kamar ke kamar pada ketinggian lantai yang sama;
  5. Toileting (Buang air): diartikan sebagai kemampuan sendiri untuk menggunakan kamar kecil atau jamban atau cara-cara lain untuk buang air kecil atau buang air besar agar mampu mempertahankan kebersihan diri yang layak,
Menyuap: diartikan sebagai kemampuan sendiri untuk menyuapi diri sendiri ketika makanan sudah disiapkan dan terhidang.

DAFTAR 34 KONDISI KRITIS YANG DICOVER:


1.  SERANGAN JANTUNG
2.  TINDAKAN BEDAH BYPASS PEMBULUH DARAH JANTUNG (CORONARY ARTERY
    BYPASS GRAFTING)
3.  ANGIOPLASTI & PENATALAKSANAAN INVASIF LAINNYA UNTUK PENYAKIT
    PEMBULUH DARAH JANTUNG (HANYA BERLAKU KHUSUS UNTUK PRUCRISIS
    COVER 34 DAN PRUCRISIS COVER BENEFIT 34)
4.  PENYAKIT PEMBULUH DARAH JANTUNG LAIN YANG SERIUS
5.  STROKE
6.  KANKER, KECUALI KANKER KULIT/KANKER YANG DIAKIBATKAN HIV/AIDS
7.  GAGAL GINJAL
8.  TRANSPLANTASI ORGAN PENTING
9.  TINDAKAN BEDAH KATUP JANTUNG
10. KEHILANGAN KEMAMPUAN BICARA (LOSS OF SPEECH)
11. LUKA BAKAR KRITIS
12. KOMA
13. TINDAKAN BEDAH PEMBULUH DARAH AORTA
14. PENYAKIT PARKINSON
15. KETULIAN
16. PENYAKIT ALZHEIMER
17. TUMOR OTAK JINAK
18. PENYAKIT PARU KRONIK
19. MOTOR NEURON DISEASE
20. MULTIPLE SCLEROSIS
21. ANEMIA APLASTIK
22. MENINGITIS BAKTERIAL
23. KOLITIS ULSERATIF (ULCERATIVE COLITIS)
24. DISABLING PRIMARY PULMONARY HYPERTENSION
25. ENSEFALITIS
26. HEPATITIS VIRAL FULMINAN
27. PENYAKIT HATI KRONIK
28. PENYAKIT CROHN
29. HIV YANG DIDAPATKAN MELALUI TRANSFUSI DARAH
30. TRAUMA KEPALA SERIUS
31. MUSCULAR DYSTROPHY
32. KELUMPUHAN (PARALYSIS)
33. POLIOMYELITIS
34. LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK (SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS)

          PENGECUALIAN PRUHOSPITAL & SURGICAL SYARIAH
1. DAFTAR PENYAKIT YANG DI KECUALIKAN UNTUK KARTU PRU Hospital &
Surgical syariah   DALAM 12 BULAN PERTAMA
   1. SEMUA JENIS HERNIA
   2. SEMUA JENIS TUMOR
   3. TUBERKULOSIS
   4. ENDOMETRIOSIS
   5. WASIR
   6. PENYAKIT PADA TONSIL ATAU ADENOID
   7. KONDISI ABNORMAL RONGGA HIDUNG SEKAT HIDUNG ATAU KERANG HIDUNG
      (TURBINATES), TERMASUK SINUS
   8. PENYAKIT KELENJAR GONDOK (TIROID)
   9. HYSTEREKTOMI (DENGAN ATAU TANPA SALPINGO – OOFOREKTOMI)
  10. PENYAKIT TEKANAN DARAH TINGGI
  11. PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH (KARDIOVASKULER)
  12. FISTULA DI ANUS
  13. BATU PADA SISTEM SALURAN EMPEDU
  14. BATU PADA SALURAN KEMIH
  15. KATARAK
  16. TUKAK PADA LAMBUNG ATAU USUS 12 JARI
  17. DISKUS INTERVERTEBRATA YANG MENONJOL
  18. SEMUA JENIS KELAINAN SISTEM REPRODUKSI, TERMASUK FIBROID/MIOM
      DI RAHIM
  19. PENYAKIT KENCING MANIS
2. KONDISI YANG TELAH ADA SEBELUMNYA(PRE-EXISTING CONDITION)
3. SEMUA PERAWATAN YANG DIPEROLEH DI NEGARA AMERIKA SERIKAT, JEPANG
   DAN KANADA
4. SETIAP KETIDAKMAMPUAN YANG DIMULAI ATAU TERJADI DALAM MASA TUNGGU
   30 HARI, KECUALI DIAKIBATKAN KECELAKAAN
5. PRUHOSPITAL & SURGICAL SYARIAH  TIDAK BERLAKU JIKA TERTANGGUNG
   TINGGAL DI LUAR NEGERI SELAMA 90 HARI BERTURUT-TURUT
6. PENGECUALIAN LAINNYA YANG TERDAPAT DALAM POLIS PRUHOSPITAL &
   SURGICAL SYARIAH


3 Macam Pilihan Investasi


PRUlink syariah assurance account
yang dapat Anda pilih beserta risikonya masing-masing

1. PRUlink Syariah Rupiah Equity Fund                : Investasi saham risiko tinggi

2. PRUlink Syariah Rupiah Managed Fund           : Investasi seimbang risiko sedang

3. PRUlink Syariah Rupiah Cash & Bond Fund    : Investasi kas & obligasi risiko sedang
PRUlink syariah fund diluncurkan pada 5 September 2007

Performa PRUlink
Hasil Investasi Bersih Rata-rata per tahun (data per 31 Desember 2008)

Sejak diluncurkan              Rata-rata 3 tahun terakhir

1. PRUlink Syariah Rupiah Equity Fund                           -26,10%                                   na

2. PRUlink Syariah Rupiah Managed Fund                       -9,85%                                    na

3. PRUlink Syariah Rupiah Cash & Bond Fund                  0,44%                                    na
Sumber : Laporan tahunan Unit Link periode 1 Januari – 31 Desember 2008
Catatan :
Kinerja hasil investasi adalah hasil pada tahun-tahun sebelumnya dan tidak dijamin oleh PT Prudential Live Assurance.
Hasil pada tahun mendatang, bisa naik bisa turun.

                                       Sekilas mengenai “PT Prudential Life Assurance”


Didirikan pada tahun 1995, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) merupakan bagian dari Prudential plc, sebuah grup perusahaan jasa keuangan terkemuka dari Inggris yang mengelola dana sebesar lebih dari GBP249 miliar (Rp. 4.072 triliun) dan melayani lebih dari 21 juta nasabah di seluruh dunia (data per 31 Desember 2008). Dengan menggabungkan pengalaman internasional Prudential di bidang asuransi jiwa dengan pengetahuan tata cara bisnis lokal, Prudential Indonesia memiliki komitmen untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.
Sejak meluncurkan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (Unit Link) pertamanya di tahun 1999, Prudential Indonesia merupakan pemimpin pasar untuk produk tersebut di Indonesia. Di samping itu, Prudential Indonesia juga menyediakan berbagai produk yang di rancang untuk memenuhi dan melengkapi setiap kebutuhan para nasabahnya di Indonesia.
Dari data per 31 Desember 2008, Prudential Indonesia memiliki 7 kantor pemasaran (di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan dan Batam) dan 161 kantor keagenan diseluruh Indonesia, dengan lebih dari 59.000 jaringan tenaga pemasaran yang melayani lebih dari 720.000 nasabah.
Ragam penghargaan yang di peroleh Prudential Indonesia tahun 2008 :
  • Asuransi Jiwa Syariah Terbesar dan Teraktif dari Karim Consulting
  • “Terbaik” dalam kualitas pelayanan dari Majalah Marketing
  • Asuransi Jiwa dengan Pencitraan Perusahaan Terbaik melalui survei oleh Majalah BusinessWeek
  • Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik dalam kategori aset diatas Rp. 7,5 triliun dari Majalah Investor
  • Nilai “Sangat Baik” dan Peringkat teratas dalam kategori perusahaan asuransi dengan premi bruto diatas Rp 1 triliun dari Majalah InfoBank
  • Anugerah “Tokoh Finansial Indonesia” dari kategori industri asuransi tahun 2008 kepada Presiden Direktur Prudential Indonesia, Bapak Kevin Holmgren.
  • “Service Excellence” sebagai “Perusahaan Asuransi dengan Layanan Terbaik” dari Mark Plus & Co.

 

Prudential Tower
Jl. Jend. Sudirman Kav. 79, Jakarta 12910, Indonesia
Tel: (62 21) 2995 8888
Fax: (62 21) 2995 8800
Customer Line: (62 21) 2995 8999
Toll Free: 0 800 15 25 25 25
E-mail: customer.idn@prudential.co.id
Website: http://www.prudential.co.id